Jumat, 18 Mei 2012

Lupa Dan Kangen


Kemarin malem tepatnya tanggal 24 April 2012 aku iseng-iseng belajar matematika dari salah satu buku modulku waktu masih SMA. Iya, SMA! Masa-masa terindah para pelajar dan para pencari jati diri dan para pencari pacar. Aku pun membuka bab pertamanya, dan membaca tulisan besar di bagian atas halaman tersebut. Tertulis,"Logika Matematika". Aku mengingat bab itu dan memang dulu aku sempat kesulitan dengan bab itu. Tapi aku sangat menyukai Matematika. Entah ada apa dengan bab yang itu sehingga membuatku sedikit kewalahan. Mungkin karena saking banyaknya rumus yang harus dihafal. Sedangkan aku adalah karakter pelajar yang lebih suka memahami rumus daripada menghafalkannya. Seperti mood seorang cewek. Jangan dihafalin, karena mood cewek-cewek emang pergantiannya cepat. Dipahami aja.

Kebanyakan rumus dari bab logika matematika sulit dipahami dan beberapa ada yang memang hanya bisa dihafalkan. Ada kata-kata negasi, kata majemuk yang disajikan dengan lambang-lambang, sampai kata-kata seperti konvers, invers, kontraposisi dan masih banyak lagi. Seketika aku berpendapat kalau logika matematika itu berusaha menyajikan kalimat-kalimat yang bisa diotak-atik menjadi rumus. Seperti, "Jika hujan Ani tidak pergi ke Pasar, Jika sakit Ani tidak pergi kepasar" menjadi "jika hujan, Ani sakit". Ya kira-kira begitulah. Atau "aku cinta kamu, kamu cinta dia" menjadi "hubungan segitiga dong! Eyya!!". Juga sempat terlewat dalam pikiranku kalau logika matematika terlalu mengentalkan logika daripada perasaan. Entahlah..

Kemudian aku membuka bab kedua dari buku modul ini. Dan memang bab inilah yang menjadi salah satu bab favoritku waktu aku SMA. Kalau mantan, sama kayak mantan terindah. Coba kalian baca dengan teliti, bab itu adalah "persamaan kuadrat, fungsi kuadrat dan pertidaksamaan kuadrat". Memang itu merupakan bab yang rumit, namun dulu aku bisa dan mengerti. Juga selalu aktif dalam bab tersebut. Kalau saja, seperti cewek yang sulit jatuh cinta, tapi entah kenapa bisa jatuh cinta dengan mudah jika pada orang yang tepat. Ya kira-kira begitu.
          

                                                                     
                                                                                   
Aku pun dengan hikmat membaca satu persatu tulisan yang tertera, sambil sesekali menyadari dan ingat kembali kemudian bilang, "owhh, yang dulu itu". Awalnya sih lancar-lancar aja, namun setelah semakin lama, aku mulai kesulitan mengingat beberapa rumus yang dulu aku sangat mengenalnya. Mungkin bukan Cuma mengenalnya, kami berteman dekat. Namun sekarang aku benar-benar lupa dengannya. Aku pun membacanya berulang-ulang dan membuat coretan-coretan kecil di sampingnya. Tiba-tiba terbesut suatu hal di pikiranku, mungkin jika aku langsung ke contoh soal, aku bisa mengenalnya kembali. Dan ternyata berhasil! Sedikit-sedikit aku mulai ingat dan seperti mengawali perkenalan baru. Hal itu membuatku semangat, sehingga aku berkeinginan untuk menuju jenjang "soal" bukan lagi yang contoh soal, namun ini soal sejati!
Jeng-jeng-jeng. Aku baca pertanyaan dengan teliti dan sesekali mengulang-ulangnya. Dan rasanya seperti, blank!

Owh, kalau di contoh soal masih ada panduan untuk mengerjakannya, namun ketika memasuki soal, seperti-seperti ditinggalkan sendirian terbenam dalam angka-angka dan simbol matematika. Rasanya hampir sama dengan ditinggal move-on ileh mantan. Hehehe, maaf jangan galau mendadak ya.

Lalu aku pun menjadi merasa sedikit pusing. Memang beberapa hal kalau sudah dikuadrat bakalan bikin rumit dan bikin pusing. Bukan cuma persamaan doang, hubungan perpacaran juga, mungkin. Hemm, sambil memijat-mijat leherku untuk mengurangi rasa pusingku, aku terus memperhatikan pertanyaan tersebut. Disaat aku melihat pilihan jawaban, ada sebuah cawang kecil di samping huruf "C". Iya! Itu adalah jawabanku mungkin satu tahun silam ketika aku masih benar-benar mengenal bab itu. Dalam hati aku memberontak, "itu asli adalah jawabanku! Aku dulu pernah mengerjakannya dan bisa!, namun kenapa sekarang aku benar-benar lupa? Sepertinya aku mulai melupakan bab ini". Oh, bab kuadrat, aku merindukanmu dan merindukanku yang dulu masih mengenalmu. Ciyee, move on dari mantan lama tapi move-on pelajaran cepet. Hedehh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar