Jangan pernah lupakan hobi kita sewaktu masih kecil, salah
satunya mencoret-coret. Ada makna besar dalam suatu coretan. Karena sebuah
coretan adalah pancaran emosi terdalam seseorang yang berhasil terluapkan. Gak
percaya? Simak cerita berikut
Ada seorang pemuda bernama joni. Dia adalah seorang
pengangguran dan kerjanya cuma keluyuran terus. Pulang pagi bangun kesiangan
adalah salah satu rutinitas berharganya yang tak terlepaskan darinya. Semua
orang selalu menyanggah kegiatan nya sehari-hari yang berkesan tidak berguna.
Namun joni selalu menanggapinya dengan cuek. Dia memiliki seorang pacar. Dan
dia merasa pacarnya adalah seonggok sesuatu yang sangat berharga dalam
kehidupan nya yang kosong.
Suatu hari joni bertengkar hebat dengan pacarnya dan
akhirnya mereka pun putus. Joni depresi, sangat depresi. Joni menjadi semakin
keluyuran, semakin merasa tidak berguna dan semakin yang lain-lain nya yang
buruk-buruk pokoknya. Di setiap malampun joni selalu mabuk-mabuk kan.
Dan disuatu malam joni sedang mabuk di dekat suatu pabrik.
Disana joni meratapi hidupnya dan meratapi putus hubungannya dengan pacarnya.
Melihat tembok putih pabrik tersebut, membayang kan wajah pacarnya yang cerah
alami. Akhirnya dia punya gagasan untuk menuliskan nama nya dan nama pacar nya
di tembok tersebut. Akhirnya dia pun membeli pilog. Dengan pilog merah itu dia
menuliskan nama nya dan nama pacar nya di tembok bersih pabrik itu.
Hari pun berlanjut, di keesokan malam nya joni kembali
mendatangi pabrik tersebut. Apa yang terjadi, tulisan nama nya dan nama pacar
nya tersebut sudah hilang tertutupi dengan cat putih yang masih basah. Dia pun
tidak terima dan mulai menuliskan lagi nama nya dan nama pacar nya di tembok
itu. Keesokan malam nya dia mendatangi pabrik itu lagi. Dan lagi-lagi tulisan
yang dia buat dihapus dengan cat putih yang kali itu cat nya lebih kasar.
Menandakan seseorang yang mengecat tembok tersebut mengecatnya dengan suasana
hati yang geram. Namun joni lebih geram, dia lau mencoreti lagi tembok tersebut
dan lagi-lagi berupa nama nya dan nama pacar nya dan dengan ukuran yang lebih
besar dari yang semula. Begitu terus sampai beberapa kali dan sampai saya capek
nulis begituan terus.
Akhirnya disuatu malam, joni kembali memeriksa tulisan nya
dan… ternyata tulisan nya yang terakhir itu tidak lagi dihapus dengan cat.
Namun beberapa saat setelah itu ada seseorang yang bertubuh tinggi besar yang
lebih tampak seperti seorang satpam daripada seorang model cewek baju musim
panas mendatanginya dan menggertaknya,
"mas! Kalau anda tidak berhenti mencoret-coret tembok
pagar ini, saya akan memberhentikan anda dengan paksa!".
Untuk beberapa saat joni hanya terdiam sembari memandangi
kerutan tak wajar yang dibuat oleh dahi seseorang tersebut. Namun dengan cepat
syaraf sensorik joni menangkap maksud orang tersebut dan saraf motorik nya pun
langsung bertindak.
Dan joni pun hanya membalas,"ohh, iya maaf pak. Saya
kira ini pabrik gak ada yang punya. Hehehe".
"Gak ada gimana! Saya capek-capek ngecat tembok ini
buat ngehapus tulisan kamu, ehh kamu malah coretin lagi dan lagi. Anda tidak
menghargai saya?!" ,jawab si tinggi besar yang masih belum diketahui
namanya.
"sekali lagi maaf pak…", sahut joni polos.
Lalu dengan masih menyimpan amarah, si tinggi besar yang
belum diketahui namanya tersebut pun pergi dengan sesekali menengok kebelakang
melihat joni dengan rasa geram.
Namun, joni pun malah semakin beringas. Dalam hati ia
berkata," Kalo badan lo kayak model cewek baju musim panas, udah gua
abisin lu!!"
Joni yang semakin beringas segera pergi dan membeli pilog
dengan berbagai warna. Dia tidak terima di gertak dengan tidak lemah lembut.
Dengan berbekal pilog berbagai warna tersebut, joni mendatangi pabrik tersebut.
Setelah dia yakin kalau orang tinggi besar yang belum diketahui nama nya
tersebut sudah tidak berada di lokasi pabrik, dia pun melancarkan aksi nya. Kali
ini bukan tulisan nama nya dan nama pacarnya, namun joni hanya
menyemprot-nyemprotkan pilog berbagai warna dengan asal-asalan. Sambil sesekali
berteriak,"yeahh".
Keesokan harinya di pagi hari yang indah namun tak seindah
pagi hari di film kartun, joni berniat membeli nasi pecel di warung
langganannya. Dan memang aneh sekali di hari itu joni bisa bangun pagi. Sambil
mengendarai motornya, joni masih bertanya-tanya mengapa ia yang biasanya bangun
kesiangan namun hari ini dia bisa bangun pagi. Sekedar catatan kalau jalan
menuju warung langganan joni tersebut melewati pabrik yang biasa dia
coret-coret, yaitu pabrik yang kemarin malam ia coreti dengan penuh amarah.
Ketika melewati pabrik tersebut, joni sangat kaget melihat
banyak orang berjubel disana. Joni pun penasaran dengan apa yang tengah terjadi
di pabrik tersebut. Disana dia melihat beberapa orang yang lebih mirip seniman
lukis daripada musisi reggage. Dia juga melihat beberapa orang yang lebih mirip
wartawan daripada seorang salesman. Namun entah kenapa dia tidak turun dan
menanyakan apa yang sedang terjadi. Dia tetap saja asyik melanjutkan
perjalanannya sembari memikirkan lagi hal tentang mengapa di hari itu ia bisa
bangun pagi.
Sesampainya dia di warung langganannya tersebut, ia langsung
memesan satu nasi pecel dan satu cangkir kopi. Dan pemilik warung pun
menyanggupi pesanannya dan mempersilahkan joni duduk. Untuk mencairkan suasana,
joni pun membuka percakapan dengan pemilik warung.
"eh pak, kok hari ini warungnya sepi amat? Kan biasanya
rame..". Basa-basi joni.
"iya mas hari ini sepi. Soalnya orang-orang kebanyakan
sedang pergi ke pabrik dekat jembatan gantung itu lo mas". Jawab pemilik
warung sambil menuangkan air panas ke kopi pesanan joni.
Joni pun semakin bertanya-tanya sembari dalam hati ia berkata,
"itu kan warung yang kemarin malem aku coret-coret?"
"emang ada apa di pabrik itu pak? Kok banyak orang
dateng kesana?". Tanya joni dengan unyu.
Pemilik warung yang sudah mengambil jalan untuk menyerah kan
pesanan joni pun berhenti secara mendadak dan melihat wajah joni dengan heran.
"eh kenapa ini pemilik warung nya kok malah tertegun
gitu? Jangan-jangan dia tau kalo aku belum mandi selama 2 hari ini?". Kata
joni dalam hati.
"loh, kamu belum tau mas?.. Ini berita udah tersohor
kemana-mana sampek ditayangin di luar negri lo". Jawab pemilik warung
sambil melanjutkan langkahnya lagi.
"belum tau pak, ada apa sih?" sahut joni makin
penasaran.
"di pabrik itu tiba-tiba ditemukan sebuah lukisan indah
di salah satu sudut tembok nya. Kata salah satu seniman, lukisan di tembok
tersebuh sungguh "amazing". Bagaikan lukisan dari picasso, leonardo
dan dally yang melukis bersama. Sungguh seniman itu ingin sekali bertemu
pelukis hebat tersebut dan menciumi tangan berbakat nya". Jelas si pemilik
warung sambil menirukan kata-kata seorang seniman yang dimaksud.
"apa lukisan yang anda maksud tersebut dibuat dengan
pilog?". Sahut joni seketika.
"iya, iya dari pilog. Itu kamu tau mas..". Jawab
si pemilik warung sambil menganggukkan kepala nya.
Mendengar jawaban tersebut, joni pun langsung tertegun.
Sambil perlahan-lahan menyeruput kopi panasnya dan menarik senyum ringan.
TAMAT
Nyampah banget ya ceritanya? Maaf dehh… Pokok nya intinya kayak yang kamu baca di
bagian paling atas


Tidak ada komentar:
Posting Komentar