Sabtu, 12 Mei 2012

Balada Sebuah Coretan

Jangan pernah lupakan hobi kita sewaktu masih kecil, salah satunya mencoret-coret. Ada makna besar dalam suatu coretan. Karena sebuah coretan adalah pancaran emosi terdalam seseorang yang berhasil terluapkan. Gak percaya? Simak cerita berikut

                                                                  
Ada seorang pemuda bernama joni. Dia adalah seorang pengangguran dan kerjanya cuma keluyuran terus. Pulang pagi bangun kesiangan adalah salah satu rutinitas berharganya yang tak terlepaskan darinya. Semua orang selalu menyanggah kegiatan nya sehari-hari yang berkesan tidak berguna. Namun joni selalu menanggapinya dengan cuek. Dia memiliki seorang pacar. Dan dia merasa pacarnya adalah seonggok sesuatu yang sangat berharga dalam kehidupan nya yang kosong.

Suatu hari joni bertengkar hebat dengan pacarnya dan akhirnya mereka pun putus. Joni depresi, sangat depresi. Joni menjadi semakin keluyuran, semakin merasa tidak berguna dan semakin yang lain-lain nya yang buruk-buruk pokoknya. Di setiap malampun joni selalu mabuk-mabuk kan.

Dan disuatu malam joni sedang mabuk di dekat suatu pabrik. Disana joni meratapi hidupnya dan meratapi putus hubungannya dengan pacarnya. Melihat tembok putih pabrik tersebut, membayang kan wajah pacarnya yang cerah alami. Akhirnya dia punya gagasan untuk menuliskan nama nya dan nama pacar nya di tembok tersebut. Akhirnya dia pun membeli pilog. Dengan pilog merah itu dia menuliskan nama nya dan nama pacar nya di tembok bersih pabrik itu.

Hari pun berlanjut, di keesokan malam nya joni kembali mendatangi pabrik tersebut. Apa yang terjadi, tulisan nama nya dan nama pacar nya tersebut sudah hilang tertutupi dengan cat putih yang masih basah. Dia pun tidak terima dan mulai menuliskan lagi nama nya dan nama pacar nya di tembok itu. Keesokan malam nya dia mendatangi pabrik itu lagi. Dan lagi-lagi tulisan yang dia buat dihapus dengan cat putih yang kali itu cat nya lebih kasar. Menandakan seseorang yang mengecat tembok tersebut mengecatnya dengan suasana hati yang geram. Namun joni lebih geram, dia lau mencoreti lagi tembok tersebut dan lagi-lagi berupa nama nya dan nama pacar nya dan dengan ukuran yang lebih besar dari yang semula. Begitu terus sampai beberapa kali dan sampai saya capek nulis begituan terus.

Akhirnya disuatu malam, joni kembali memeriksa tulisan nya dan… ternyata tulisan nya yang terakhir itu tidak lagi dihapus dengan cat. Namun beberapa saat setelah itu ada seseorang yang bertubuh tinggi besar yang lebih tampak seperti seorang satpam daripada seorang model cewek baju musim panas mendatanginya dan menggertaknya,

"mas! Kalau anda tidak berhenti mencoret-coret tembok pagar ini, saya akan memberhentikan anda dengan paksa!".

Untuk beberapa saat joni hanya terdiam sembari memandangi kerutan tak wajar yang dibuat oleh dahi seseorang tersebut. Namun dengan cepat syaraf sensorik joni menangkap maksud orang tersebut dan saraf motorik nya pun langsung bertindak.

Dan joni pun hanya membalas,"ohh, iya maaf pak. Saya kira ini pabrik gak ada yang punya. Hehehe".

"Gak ada gimana! Saya capek-capek ngecat tembok ini buat ngehapus tulisan kamu, ehh kamu malah coretin lagi dan lagi. Anda tidak menghargai saya?!" ,jawab si tinggi besar yang masih belum diketahui namanya.

"sekali lagi maaf pak…", sahut joni polos.

Lalu dengan masih menyimpan amarah, si tinggi besar yang belum diketahui namanya tersebut pun pergi dengan sesekali menengok kebelakang melihat joni dengan rasa geram.

Namun, joni pun malah semakin beringas. Dalam hati ia berkata," Kalo badan lo kayak model cewek baju musim panas, udah gua abisin lu!!"

Joni yang semakin beringas segera pergi dan membeli pilog dengan berbagai warna. Dia tidak terima di gertak dengan tidak lemah lembut. Dengan berbekal pilog berbagai warna tersebut, joni mendatangi pabrik tersebut. Setelah dia yakin kalau orang tinggi besar yang belum diketahui nama nya tersebut sudah tidak berada di lokasi pabrik, dia pun melancarkan aksi nya. Kali ini bukan tulisan nama nya dan nama pacarnya, namun joni hanya menyemprot-nyemprotkan pilog berbagai warna dengan asal-asalan. Sambil sesekali berteriak,"yeahh".

Keesokan harinya di pagi hari yang indah namun tak seindah pagi hari di film kartun, joni berniat membeli nasi pecel di warung langganannya. Dan memang aneh sekali di hari itu joni bisa bangun pagi. Sambil mengendarai motornya, joni masih bertanya-tanya mengapa ia yang biasanya bangun kesiangan namun hari ini dia bisa bangun pagi. Sekedar catatan kalau jalan menuju warung langganan joni tersebut melewati pabrik yang biasa dia coret-coret, yaitu pabrik yang kemarin malam ia coreti dengan penuh amarah.

Ketika melewati pabrik tersebut, joni sangat kaget melihat banyak orang berjubel disana. Joni pun penasaran dengan apa yang tengah terjadi di pabrik tersebut. Disana dia melihat beberapa orang yang lebih mirip seniman lukis daripada musisi reggage. Dia juga melihat beberapa orang yang lebih mirip wartawan daripada seorang salesman. Namun entah kenapa dia tidak turun dan menanyakan apa yang sedang terjadi. Dia tetap saja asyik melanjutkan perjalanannya sembari memikirkan lagi hal tentang mengapa di hari itu ia bisa bangun pagi.

Sesampainya dia di warung langganannya tersebut, ia langsung memesan satu nasi pecel dan satu cangkir kopi. Dan pemilik warung pun menyanggupi pesanannya dan mempersilahkan joni duduk. Untuk mencairkan suasana, joni pun membuka percakapan dengan pemilik warung.

"eh pak, kok hari ini warungnya sepi amat? Kan biasanya rame..". Basa-basi joni.

"iya mas hari ini sepi. Soalnya orang-orang kebanyakan sedang pergi ke pabrik dekat jembatan gantung itu lo mas". Jawab pemilik warung sambil menuangkan air panas ke kopi pesanan joni.

Joni pun semakin bertanya-tanya sembari dalam hati ia berkata, "itu kan warung yang kemarin malem aku coret-coret?"

"emang ada apa di pabrik itu pak? Kok banyak orang dateng kesana?". Tanya joni dengan unyu.

Pemilik warung yang sudah mengambil jalan untuk menyerah kan pesanan joni pun berhenti secara mendadak dan melihat wajah joni dengan heran.

"eh kenapa ini pemilik warung nya kok malah tertegun gitu? Jangan-jangan dia tau kalo aku belum mandi selama 2 hari ini?". Kata joni dalam hati.

"loh, kamu belum tau mas?.. Ini berita udah tersohor kemana-mana sampek ditayangin di luar negri lo". Jawab pemilik warung sambil melanjutkan langkahnya lagi.

"belum tau pak, ada apa sih?" sahut joni makin penasaran.

"di pabrik itu tiba-tiba ditemukan sebuah lukisan indah di salah satu sudut tembok nya. Kata salah satu seniman, lukisan di tembok tersebuh sungguh "amazing". Bagaikan lukisan dari picasso, leonardo dan dally yang melukis bersama. Sungguh seniman itu ingin sekali bertemu pelukis hebat tersebut dan menciumi tangan berbakat nya". Jelas si pemilik warung sambil menirukan kata-kata seorang seniman yang dimaksud.

"apa lukisan yang anda maksud tersebut dibuat dengan pilog?". Sahut joni seketika.

"iya, iya dari pilog. Itu kamu tau mas..". Jawab si pemilik warung sambil menganggukkan kepala nya.

Mendengar jawaban tersebut, joni pun langsung tertegun. Sambil perlahan-lahan menyeruput kopi panasnya dan menarik senyum ringan.

                                                              
TAMAT

Nyampah banget ya ceritanya? Maaf dehh…  Pokok nya intinya kayak yang kamu baca di bagian paling atas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar